Dalam hidup bernegara antara Malaysia dan Indonesia ternyata sangat banyak mengalami tantangan yang sangat rawan untuk terjadinya suatu permusuhan hingga peperangan.

Sungguh banyak keganjilan yang dilakukan oleh aparat atau warga Malaysia itu terhadap negara dan rakyat kita.

Padahal kita masih serumpun, ada kesamaan atau kemiripan dalam budaya, bahasa, tetapi malah terjadi hal-hal sebagai berikut :

1. Dua orang warga negara Malaysia yaitu Dr. Ashari yang dikenal sebagai seorang cendekiawan dan temannya yang bernama Nordin M. Top sangat rajin meledakkan bom untuk memporak-porandakan tempat tempat wisata dan pusat pemerintahan atau bisnis negara Indonesia seperti Bali, Jogja dan Jakarta, sehingga negeri kita di-“cap” sebagai sarang teroris akibatnya para wisatawan maupun investor lari dari Indonesia. Anehnya pemerintah Malaysia diam seribu bahasa tetapi dengan sigap Malaysia berkampanye akan keindahan alamnya dan mengatakan negerinya adalah negeri yang “Real Asia”, negeri yang indah dan damai, cocok untuk tempat wisata dan berinvestasi. Yang menjadi pertanyaan besar kenapa kedua orang warga negara Malaysia itu rajin membom di negara Indonesia dan merekrut pemuda kita untuk memporak porandakan negeri ini? Padahal kita mengetahui Amerika dan Australia banyak juga berinvestasi di Malaysia banyak yang menjadi wisatawan disana. Di Malaysia ada perjudian, pelacuran, tetapi kenapa kedua bajingan itu beroperasi di Indonesia? bukan di Malaysia? Adakah kita mendengar mereka merekrut pemuda Malaysia untuk mengacau negeri Malaysia? Tidak pernah bukan? Tetapi kenapa mereka malah mengacau di Indonesia?

2. Pertikaian akan lintas batas perairan atau klaim kepulauan, sehingga sering nelayan kita ditangkap dan dihajar oleh petugas keamanan Malaysia .

3. Permasalahan TKI yang jelas jelas berstatus ilegal tetapi anehnya para toke atau cukong Malaysia mau menampung mereka bekerja tapi mempekerjakan mereka seperti budak, memeras tenagaTKI Ilegal dengan dengan gaji seadanya atau disuruh bekerja beberapa bulan tanpa gaji selanjutnya mereka “diserahkan” untuk ditangkap petugas keamanan sehingga sang bos terbebas dari membayar gaji. Mereka ditangkap dan diperlakukan secara tidak manusiawi, dijemur dipanas matahari, duduk jongkok tanpa diperbolehkan memakai alas kaki! dan dipukul…

4. Pertandingan olah raga beladiri Karate antar negara yang seharusnya untuk mengakrabkan antar negara malah dirusak dengan disiksanya wasit Karate kita.

Kenapa Malaysia memperlakukan kita seperti itu? Kenapa ada kebencian yang sangat dengan negara atau rakyat ini? Sebab apa gerangan? Kenapa pemerintahnya berdiam diri sehingga harus dipaksa, di demo untuk meminta maaf? kepada bangsa ini? Padahal budaya kita sama sama budaya timur yang penuh sopan santun?

Malaysia memang memusingkan kita, apa maumu Malaysia?