Diberitakan Walikota Surabaya Bambang DH tetap ngotot ingin membangun Surabaya Sport Centre (SSC) denga biaya 452 Milyard.

Apakah Walikota kita tidak melihat bahwa di berbagai daerah, sebuah stadion sepakbola, sebuah gelanggang olah raga sudah tidak terawat dengan baik hingga terbengkalai akibat terbenturnya dana pemeliharaan dan perawatan, karena jarang dimanfaatkan. Berapa sering lapangan sepakbola dipakai bertanding?

Kenapa kita yang negeri miskin dan banyak pengangguran malah menggaji pemain sepakbola dari negara asing yang lebih kaya raya dari Indonesia dengan bayaran yang mahal? Betulkah itu demi gengsi dan harga diri? Apakah betul mereka berjuang dan bermain murni membela nama baik kota ini bukannya karena mereka telah digaji?

Kenapa dana tersebut tidak dibuat membangun tempat wisata yang spektakuler seperti Dunia Fantasi Ancol Jakarta? Kenapa kita tidak membuat teater Imax seperti Keong Mas di TMII? Cobalah kita melihat Wisata Bahari di Lamongan dan Jatim Park di Kota Batu yang hampir di setiap minggu padat dan ramai dikunjungi orang dan terbanyak dari warga kota Surabaya.

Apakah sebuah stadion dapat menciptakan lapangan kerja yang baik seperti di lingkungan tempat wisata?

Kenapa Surabaya sebagai jujukan warga Indonesia Timur tidak membangun tempat wisata yang menarik dan menantang?

Dalam keadaan perekonomian yang terpuruk dan pengangguran yang meningkat maka dana yang ada harus dimanfaatkan secara tepat guna, bukan demi mengusung gengsi tapi miskin prestasi dan kurang menghidupkan perekonomian rakyat.

Iklan