Hampir setengah tahun yang lalu pemerintah sudah mengatakan akan menaikkan tarif tol pada bulan september 2007, disaat itu masyarakat, LSM tidak merspon akan rencana tersebut sehingga saya membuat surat pembaca yang isinya :

1. Seharusnya tarif jalan tol semakin menurun karena investasi pembuatan jalan tol yang dibuat puluhan tahun yang lalu utang biayanya semakin mengecil karena sudah dibayar oleh masyarakat pengguna jalan tol. Hutang semakin mengecil seharusnya tarif semakin diperkecil bukannya malah dinaikkan, apalagi pelayanan dan perawatan jalan tol tidak sebanding dengan tarif yang ditetapkan.

2. Biaya Tol seharusnya digratiskan saja, pembiayaannya di dapat dari masukan pemasangan papan papan reklame besar dan kecil di sisi jalan tol, ini berangkat dari pemikiran dan pengalaman bahwa dahulu kita dibebankan bayar iuran TV untuk membiayai operasional TV, tapi karena sekarang TV boleh memasang iklan maka pembiayaan TV diambil dari biaya iklan, investor TV menjadi makmur, pembangunan TV swasta menjamur, programnya bagus dan malah TV dapat memberi hadiah kuis sampai 3 Milyar rupiah kepada pemenang kuis!. Katanya pemasangan Reklame dijalan tol diharamkan tetapi nyatanya mereka ada memasang reklame kecil secara sembunyi sembunyi, itu adalah salah satu keunggulan kita yaitu bermain diantara celah mencari keuntungan.

Sekarang masyarakat, LSM baru ribut, agar tarif jalan tol tidak dinaikkan tapi sampai saat ini tidak ada yang memberi solusi bagaimana menutup biaya diatas, Saya yakin jika investor dibebaskan meraup uang dari reklame yang dipasang dijalan Tol maka investor akan berlomba-lomba untuk membangun jalan tol! tidak percaya? coba saja!