Ada beberapa alasan kuat dari masyarakat terutama masyarakat bawah yang begitu enggan menggantikan minyak tanah dengan gas LPG, yaitu :

Harus membeli tabung LPG cadangan agar kegiatan masak memasaknya tidak terhenti apabila tabung utama kehabisan gas, padahal tabung LPG begitu mahal.

Takut terjadinya kebakaran atau ledakan, karena harus diakui bahwa kualitas karet pengaman (seal) pada tabung gas sangatlah jelek sehingga sering terjadi kebocoran gas, akibatnya sangat berbahaya bagi orang yang tidak paham akan bahayanya kebocoran gas.

Pada penggunaan tertentu (penjual bakso/soto,lontong balap) kompor minyak tanah tidak dapat digantikan oleh kompor gas.

Untuk membakar arang sate dll, lampu teplok/petromaks haruslah memakai minyak tanah.

Jadi hal-hal seperti diatas harusnya menjadi pertimbangan pemerintah, jangan menutup mata telinga dan melakukan dengan sekehendak hati, karena nyatanya masyarakat yang sudah membeli bahan bakar yang sudah dikurangi subsidinya saja tidak merasakan akan manfaat penghematan subsidi tersebut.