Seorang bijak mengatakan bahwa siapa yang ingin besar haruslah ia bisa melayani dengan hati yang tulus. Menjadi orang penting itu mudah, tetapi menjadi orang yang bisa melayani dan memperjuangkan kepentingan orang banyak itu sulitnya minta ampun.

Sebenarnya hal diatas selalu dinyanyikan dan dijanjikan oleh para calon pemimpin pemerintah pusat maupun daerah, tetapi nyatanya setelah mereka memimpin maka langkah pertama yang dilakukan adalah melupakan janji tersebut, langkah kedua adalah melakukan hal yang sebaliknya yaitu memaksakan kehendaknya agar rakyat mau mengikuti kemauannya dengan tujuan :
1. Tercapainya tujuan meraup keuntungan.
2. Agar terlihat bahwa dalam segala hal pemimpin itu “ lebih pintar “ daripada rakyatnya.
Kita butuh pemimpin yang mengerti akan kehendak masyarakat dan yang mau berjuang mewujudkan impiannya, bukannya pemimpin yang memaksakan kehendaknya demi tercapainya tujuan pribadinya.

Jadi kenapa kita tidak membiarkan pedagang pasar Turi mewujudkan kehendaknya? bukankah pedagang seperti mereka memikirkan akan kenikmatan kesuksesan jangka panjang? bukan jangka pendek? mereka pelaku lapangan, mereka punya impian dan kehendak, jika mereka salah langkah maka Pemkot tinggal berkata itukan kehendak kalian sendiri?