Masyarakat kita mudah sekali ditipu, dihasut, dan di adu-domba karena masyarakat kita sudah terbiasa percaya gosip dari mulut ke mulut dan semakin ditambah bumbu sana-sini agar lebih heboh serta memang suka mencari sensasi hingga menipu, atau mengajak rekan-rekannya untuk bersama-sama tertipu atau melarat.

Contohnya, ada anggota masyarakat yang berani bersumpah telah melihat benda seperti pesawat Adam Air yang menukik jatuh tenggelam di perairan Madura atau di pegunungan lain sehingga regu penyelamat menjadi terkecoh, rugi waktu, tenaga dan biaya. Belum lagi ulah para paranormal, ada yang berpura-pura kesurupan untuk tunjuk sini dan sana.

Kita mudah dihasut dalam masalah SARA, dalam hal itu kita gampang meledak karena kemarahan kita diledakkan oleh isu ini dan itu hingga perkara diluar negeri nun jauh disana saja layaknya kita jauh lebih tau dari masyarakat disana, padahal masalah kejadian di tingkat RT atau RW saja kita tidak mengetahuinya.

Sungguh ironis jika melihat dan memikirkannya.

Apakah ini karena kebodohan kita?

Atau karena kita memang suka hasutan atau perkara fiktif-fiktifan atau memang kita suka berperkara?