Kemerosotan moral di negara kita sangatlah memprihatinkan, sudahlah kita jangan memikirkan bagaimana memberantas koruptor, menguranginya saja tidak bisa malah semakin menjadi jadi hingga menggila!

Kita malah mengharapkan bocoran bantuan dari para koruptor, kenapa? karena kita tidak punya jabatan untuk melakukan korupsi itu secara langsung!

Seorang bijak mengatakan “buah itu dilihat dari pohonnya”. Buah yang baik haruslah dari pohon yang baik, yang terawat dan sehat, pohon sirih tidak dapat mengeluarkan buah semangka terkecuali hanya dilagu Broery Pesulima belaka.

Sekarang kita prihatin karena para pengendara baik mobil maupun sepeda motor sudah bertindak “sekarepe dhewe” melaju kencang, salib sana-sini, dan memakai jalan orang lain sehingga orang lainlah yang harus menghindar agar tidak terjadi tabrakan. Apabila tersenggol menoleh pun tidak. Apalagi meminta maaf. Apabila tabrakan maka ada 2 pilihan, yaitu pertama menyalahkan orang lain, meminta ganti rugi, jika tidak mau maka aksi main pukul pun terjadi!, kedua adalah melarikan diri!.

Kenapa saya mengaitkan perilaku jalanan sebagai gambaran moral bangsa yang terpuruk? itulah gambaran sekilas akan isi hati kita, tingkah laku nyata itulah cerminan hati kita!

Apabila moral kita baik maka kita pastilah sopan santun di jalan, menghargai akan hak dan keselamatan orang lain, jadi apabila yang nampak diluar saja sudah parah begitu apalagi yang tidak nampak!

Saya yakin 10 tahun yang akan datang maka aksi bunuh membunuh akan menjadi berita sehari-hari karena moral kita akan mendarat di jurang yang terburuk!