Beberapa puluh tahun yang lampau Jaya Suprana yang humoris itu pernah berdemo karena di dekat rumahnya di kota Semarang karena akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir!

Dengan berang beliau berkata “jika betul-betul merasa aman, kenapa tidak dibangun di samping rumah BJ Habibie?”

Sekarang masyarakat Rembang bergolak menolak rencana pembangunan PLTN hingga jurus ampuh Fatwa pun dikeluarkan.

Sudahlah mari kita lihat masalah sepele saja yaitu ada sebuah Sekolah Dasar Negeri Wiyung III yang di depannya ada pasar Wiyung, dan sebuah Tempat Penampungan Sampah Sementara. Jelas kita melihat bagaimana akan kesehatan anak-anak? bagaimana ketenangan mereka melakukan proses belajar mengajar?

Itulah contoh bahwa pemerintah kita tidak punya planning jangka panjang dimana harus menempatkan sesuatu pada tempatnya agar masyarakat atau murid dapat hidup dengan tenang, sehat, bahagia.

Jangan tanah dijual atau ditukar guling sana sini, tapi setelah membutuhkan lahan maka dibangun di dekat lokasi perumahan, atau sekolah maka akan terjadi persoalan, ribut dan ribut.

Semua berlomba meng”goal”kan planning jangka pendek yaitu mensejahterakan diri dan kelompoknya saja, masalah jangka panjang itu urusan generasi yang akan datang!

Sekarang diberitakan Laboratorium Nuklir Batan di Serpong meledak, sehingga jangan harap masyarakat mau mempercayai janji-janji pejabat karena kita ini moralya, disiplinnya belum lah siap.