Setelah kita dikejutkan oleh pernyataan Pollycarpus di depan sidang PK pembunuhan Munir yang menyatakan banyak “orang kita” di pemerintahan, sekarang kita dikejutkan oleh berita bahwa para Lurah di Surabaya dibekali ilmu intelijen oleh BIN, gunanya yah untuk “menginteli” warga masyarakatnya sendiri, masa untuk menginteli atasannya? Padahal intel resmi yang dipunyai oleh Polsek dan Koramil kan sudah ada.

Kenapa para pejabat hiper curiga kepada masyarakatnya sendiri? padahal selama ini masyarakatlah yang sering menjadi korban dari kebijakan pejabat. Maka seharusnya Lurah, Camat, Walikota, Gubernur, Menteri, Dewan dan presidenlah lah yang harus di-inteli agar dapat menyeret mereka ke jeruji besi jika mereka ada melakukan penyalahgunaan jabatan dan anggaran.

Pelatihan oleh BIN dapat juga diartikan bahwa BIN juga butuh kaki tangan. Artinya lurah pun bisa jadi antek-anteknya BIN. Artinya selama ini BIN merasa kurang cukup percaya dengan kinerja orang-orang mereka. Ataukah upaya ini sebagai kontra intelijen jika ada masyarakat yang iseng menginteli para lurahnya, agar belang si lurah tidak terungkap.

Saya takut nantinya akan terjadi perang intel, info yang simpang siur, saling mendiskreditkan sesuai kepentingannya hingga akan terjadi kasus Petrus (Penembak/Preman Misterius) untuk melenyapkan orang yang mengganggu “aktivitas” Lurah.

Ada ada saja…

Uang negara yang berasal dari rakyat kok dikembalikan kepada rakyat berbentuk “menerawang” hati rakyat, bukan hati pejabat! Lama-lama pembantu rumah tanggapun akan jadi intel.

Mungkin BIN dan Lurah bersiap menghadapi gerakan masyarakat yang miskin, yang tidak punya pekerjaan dan penghasilan akibat gagalnya pejabat menciptakan lapangan pekerjaan.

Seharusnya BIN ikut mengusut akan sebab musabab kebakaran pasar Turi, itu yang sangat merugikan puluhan ribu kepala keluarga.