Dalam menaikkan tarif tol pemerintah beralasan karena itu adalah amanat Undang Undang, tetapi anehnya pemerintah tidak menyediakan lapangan kerja yang baik dengan gaji yang layak, tidak menyediakan biaya pendidikan dan kesehatan yang murah agar masyarakat dapat hidup sejahtera sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar.

Disini saya melihat pemerintah hanya mengutamakan meraih haknya saja tanpa memperdulikan akan kewajibannya untuk mensejahterakan kehidupan rakyatnya sesuai mandat Undang Undang Dasar.

Kenaikan tarif jalan tol sangat banyak membawa dampak kerugian baik itu kenaikan biaya transportasi yang mengakibatkan naiknya harga-harga kebutuhan bahan pokok, naiknya biaya hidup, hingga semakin memacetkan jalan non tol akibat orang menghindari pemakaian jalan tol.

Tarif tol seharusnya semakin menurun karena :

1. Jumlah kendaraan yang memakai jalan tol semakin banyak akibat semakin macetnya jalan non tol, dan semakin meningkatnya jumlah mobil itu sendiri sehingga pendapatan uang jalan tol semakin besar yang mengakibatkan jangka waktu pelunasan utang pembangunan jalan tol semakin pendek dari target waktu semula.

2. Pemerintah menekan berbagai biaya pengeluaran yang tidak wajar atau tinggi sehingga terjadi berbagai penghematan. Selama ini kita tidak pernah melihat pemerintah menurunkan berbagai harga barang atau jasa karena faktor efisiensi, padahal katanya pemberantasan korupsi semakin baik.

Apakah pemerintah berani menjelaskan secara terbuka akan berapa biaya pembangunan dan perawatan sebuah jalan tol? berapa jumlah kendaraan dan uang yang masuk setiap harinya? berapa sisa utang investasi pembangunan? berapa biaya perawatan setiap tahunnya? hingga dapat diperhitungkan apakah kenaikan tarif tol itu adalah hal yang wajar ataukah hal yang konyol?!