Tidak terasa sudah 3 tahun kematian Munir dan pembunuhnya pun masih belum “dikuak”, tetapi kita melihat sudah 3 tahun juga teman-teman Munir tiada henti berjuang, bekerja mencari data dan dukungan baik di dalam negeri hingga keluar negeri agar pembunuh Munir ditampakkan secara nyata, dan akhirnya perjuangan mereka mulai menampakkan hasil dengan diperdengarkannya di depan sidang PK suara rekaman percakapan Pollycarpus dengan mantan Pimpinan Garuda Indra yang menunjukkan ada kesesuaian nama, nama inisial/samaran dan peristiwa, serta terlihat akan kehebatan pilot Polly yang seorang bawahan terhadap Direktur Utamanya.

Sehingga jika dikait-kaitkan dengan berbagai data dan kejadian sebelumnya ada kesesuaian atau benang merahnya bahwa hubungan antara kedua orang tersebut sangatlah erat bahkan terkesan sang Dirutlah yang tergantung dengan sang bawahan.

Memang dari percakapan itu tidak ada kata bunuh-bunuhan, tetapi sangat kuat bagi hakim untuk mengabulkan PK agar dapat menguak akan siapa sebenarnya pelaku dan dalang pembunuh Munir, apabila hakim tidak mengabulkan PK maka masyarakat dan dunia akan menuding bahwa benar adanya bahwa mereka telah dilindungi oleh orang orang mereka yang menurut Polly banyak duduk dipemerintahan termasuk ketua MA Bagir Manan.