Seorang mantan presiden mengkritik pemerintahan sekarang gagal karena meningkatnya masyarakat miskin dan pengangguran.

Di Surabaya terlihat Titik temu antara kehendak pedagang pasar Turi dengan Pemkot Surabaya dalam rencana pembangunan kembali pasar yang terbakar masih jauh dari kata kesepakatan kehendak.

Hendak bersepakat saja masih jauh apalagi pencapaian kata sepakat.

Sungguh banyak pedagang yang hartanya berkurang atau menjadi lebih miskin atau bahkan betul-betul miskin, jangan lah pemkot atau kita berteriak bahwa mereka adalah pedagang golongan kaya raya!

Kemampuan keuangan tidaklah diketahui dan tidak merata apalagi jika dunia usaha yang sudah semakin lesu.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, jaman keemasan pedagang mulai meredup, buktinya? walau kita bukan pengamat atau pelaku pasar tapi kita dapat melihat di beberapa ruas jalan atau pasar atau mall banyak sekali toko yang bertuliskan “dioper kontrak”, “dijual”, “dikontrakkan”, dan tulisan itu dipasang silih berganti hingga benar benar tutup!

Bagi pedagang, semahal-mahalnya harga beli atau kontrak sebuah toko tapi jika menguntungkan maka mereka akan membeli atau mengontraknya, sehingga pedagang yang pandai tidak akan terkecoh!

Tapi kenapa ada yang membeli atau mengontrak? mereka adalah orang-orang yang baru. Baru berdagang untuk mencoba peruntungan karena menurut penglihatannya pedagang itu enak.

Dengan bekal uang pesangon atau menjual sawah ladang atau menggadaikan rumahnya, mereka mencoba berdagang atau pedagang lain yang mencoba berdagang di bidang lain karena usahanya sendiri sepi maka mencoba dagangan baru atau tempat yang baru.

Jadi jika persoalan pasar Turi tidak diselesaikan maka artinya kita punya andil untuk memiskinkan masyarakat, dan itu bukan hanya jadi kesalahan pemerintahan presiden SBY, tetapi lebih banyak andil dari raja-raja kecil yang bercokol menjadi kepala pemerintahan di berbagai daerah. Pedagang akan terjerat hutang dagang, hutang bank padahal biaya hidup semakin membengkak.

Jadi segera selesaikan persoalan pasar turi menurut kehendak pedagang.