Sebagai salah seorang umat kristiani saya sangat menyesalkan langkah Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Sidoarjo yang meminta agar pemerintah melarang kegiatan Sekte Saksi Yehowa karena dinilai sebagai aliran sesat ! (Radar Surabaya 01 dan 02 Nopember 2007).

Disaat Yesus menjalankan misi-Nya maka beliau mendapatkan tolakan dan dituduh sesat dari para ahli kitab Taurat yang berujung pada hukuman mati dengan cara penyaliban layaknya pelaku tindak kriminal!, Hal yang mirip terjadi saat lahirnya kelompok/kaum Kristen Protestan.

Kepercayaan atau Keyakinan adalah hak seseorang yang tidak bisa dilarang selama yang bersangkutan tidak melakukan tindak kriminal seperti pemaksaan, ancaman dll.

Jangan salahkan apabila ybs mau atau lebih mempercayai seonggok batu atau sebuah pohon dapat memberinya spirit, kekuatan atau perlindungan daripada seorang pendeta yang tidak dapat menghadirkan, mencerminkan kehendak Allah.

Jangan salahkan masyarakat apabila lebih mempercayai terapi ion, seutas benang yang diikat di jempol kaki atau paranormal/dukun daripada percaya pada seorang dokter. Dalam dunia kedokteran secara tersamar mengakui adanya kekuatan psikis yang dapat berperan dalam proses kesembuhan.

Jadi hendaknya BAMAG lebih berkonsentrasi pada umatnya, karena banyak umat gereja yang mengatakan diri bukan golongan sesat yang imannya masih bayi, masih kacau balau, masih percaya dukun, masih tidak taat hukum, masih korup, masih anarkhis, masih merasa benar sendiri, masih terjerat/terancam Narkoba.

Tugas BAMAG adalah mendewasakan dan mencerdaskan jemaatnya agar tidak mudah terpengaruh akan hal hal yang dianggap sesat atau yang dianggap tidak baik.

Masa BAMAG takut? masa BAMAG sudah kurang pengharapan?

Dimana imanmu?