Saya sangat tidak sependapat dengan pernyataan Sekum MUI Ichwan Syam yang menyatakan banyaknya penyimpangan agama akibat konspirasi intelijen asing untuk memecah belah umat Islam di Indonesia. Pernyataan diatas dapat membuat :

1. Masyarakat bawah selalu curiga kepada umat agama lain sehingga ditakutkan akan mudah terjadi konflik horisontal.

2. Tudingan bahwa para pemimpin umat tidak mengetahui akan permasalahan dan kehendak umatnya, sehingga jika ada masalah seperti ini maka menimpulkan secara pintas dan gampang sebagai ulah pihak lain.

3. Tudingan bahwa masyarakat Indonesia adalah orang yang bodoh yang gampang dihasut untuk menjelekkan agamanya sendiri atau mengacaukan negeri tumpah darahnya sendiri.

4. Masyarakat menyimpulkan segenap masalah pribadi, golongan atau sosial adalah akibat ulah adu domba intelijen asing, seperti terjadinya perbedaan penentuan hari Raya Idul Fitri.

Untuk itu maka saya menghimbau kepada para pemimpin pemerintahan dan umat untuk bisa berhati hati dan bijak dalam mengatasi suatu permasalahan karena jika salah analisa, salah langkah maka persoalan sepele akan menjadi masalah yang besar yang dapat merugikan keutuhan, keharmonisan, perekonomian bangsa sehingga masyarakat akan balas menuding bahwa para pemimpin ternyata juga telah terhasut oleh intelijen asing.

Umat itu harus dikenal dan dicintai dengan baik, diberi bekal iman dan kebijaksanaan, dimakmurkan sehingga jika ada masalah cepat diketahui dan ditangulangi bukannya kecolongan selama bertahun tahun, umat jangan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik atau pribadi belaka, semoga…