Acara “Nanny 911” yang ditayangkan oleh sebuah stasiun TV swasta mengingatkan saya akan kondisi negara kita yang masih porak poranda.

 

Diceritakan ada sebuah keluarga dengan seorang anak laki-laki (Dylan) berumur 5,5 tahun dan adik wanitanya (Natalie) yang berumur 3,5 tahun serta seekor anjing kesayangan mereka. Keluarga ini sudah hampir bercerai karena kekacauan yang maha dahsyat di tengah keluarga mereka. Dylan sangat nakal, berlagak penguasa rumah dimana bapak, ibu dan adiknya harus menurut kehendaknya. Jika tidak maka dia berteriak, memaki, memukul dan melempar apa saja yang dapat dilemparkannya. Natalie yang menjadi bulan-bulanan kakaknya menjadi penakut dan selalu ingin berada di dekapan ibunya, anjing kesayangan mereka selalu mencuri makanan dari meja makan keluarga, ibu dan bapaknya menyayangi mereka dengan cara yang salah.

 

Kewibawaan mereka sudah lenyap, mereka tidak tega memberikan hukuman, akibatnya ibu dan bapaknya merasa hidup dalam neraka, Dylan tidur seranjang bersama ibunya dan Natalie, sedangkan bapaknya seranjang dengan anjingnya.

 

Beruntunglah mereka mau mengundang orang lain untuk memperbaiki keadaan, maka dipanggillah pembantu “Nanny 911”.

 

Nanny 911 memberikan advis bahwa bapak harus punya wibawa dan tanggung jawab sebagai pemimpin/kepala rumah tangga. Bukannya si Dylan, ibu harus mendukung dan sehati dengan suami. Anak harus tegas didik untuk bertanggung jawab, untuk mandiri, dan kesopan santunan. Jika mereka bersalah maka orang tua harus memberi hukuman, jika mereka mengerjakan sesuatu dengan baik maka diberikan pujian.

 

Hanya dalam waktu 7 hari usaha Nanny 911 membawa hasil, mereka dapat menjadi keluarga yang berbahagia.

 

Jika keluarga ini kita umpamakan dengan negara kita dimana anak-anaknya suka mengkaim kebenaran dan keadilan, suka menindas dan menyakiti, suka merampok dan menipu saudaranya yang mengalami kesusahan dan bencana, dimana para pemimpinnya sudah kehilangan kehormatan dan wibawanya, saling bertikai, dan lebih suka berteman dan memelihara “anjing atau tikus”?

 

Jadi apakah kita perlu memanggil Nanny 911 untuk mengatasi kekacauan ini?