Kita bisa berbangga karena tidak melakukan pemborosan pada aksi atau hobby membeli pakaian-pakaian yang mewah, tapi di sisi lain kita senang membelanjakan uang kita untuk membeli makanan-makanan yang mahal atau suka buang pulsa telpon untuk ngerumpi.

Kita berbangga tidak pernah memukul atau membunuh manusia tetapi kita selalu menyakiti, menindas manusia lainnya atau membiarkan mereka dalam penderitaannya.

Demikian pula kita berbangga karena tidak melakukan perbuatan dosa seperti zina, melacur ataupun berjudi, tetapi di lain pihak kita senang melakukan perbuatan korupsi, menipu atau menyakiti hati orang lain.

Jadi kebanggaan karena kita tidak melakukan hal yang buruk seharusnya ditunjukkan dengan perilaku kita yang konsisiten untuk menjauhi kelompok perbuatan buruk tersebut.

Inilah uniknya manusia yang tidak pernah luput dari perbuatan dosa, tetapi selalu berbangga memilah milah bahwa perbuatannya lebih baik dan lebih suci dari perbuatan manusia lainnya.

Padahal perbuatannya adalah perbuatan yang sama sebangun atau segolongan dengan perbuatan yang dicelanya tersebut.

Jadi hendaknya kita belajar dan belajar untuk bisa berbuat lebih baik, untuk bisa bersikap lebih bijak lagi.