FOKUS PADA TUGAS DAN PELAYANAN GEREJA

PERINTAH AGUNG

MATIUS 28 :18-20 :

Ayat 18 :Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Ayat 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Ayat 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Markus 13:10

Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa

YOHANES 20 : 21

Ayat 21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.

YOHANES 13 : 13 -15

Ayat 13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

Ayat 14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu;

Ayat 15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

YOHANES 20 : 21

Ayat 21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.

I KORINTUS 6 : 17

Ayat 17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

I KORINTUS 6 : 19 – 20

Ayat 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Ayat 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

II KORINTUS 5:17

Ayat 17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

II KORINTUS 5:15

Ayat 15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

I PETRUS 1 : 18 – 19

Ayat 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

Ayat 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

YAKOBUS 4: 4

Ayat 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

ROMA 10:17

Ayat 17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

LUKAS 11:17

Ayat 17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.

Kesimpulan :

  1. Semua orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat berarti telah menjadi milik Yesus Sang Penebus dan menjadi pekerja atau pelayan Tuhan, bekerja dan melayani Tuhan bukan hanya sebatas dalam lingkup  gereja seperti jadi : Pendeta, majelis, singer/paduan suara, organis dll. tetapi disemua bidang pekerjaan, disegala tempat/situasi/kondisi/usaha/pekerjaan/sekolah kita harus bekerja, melayani, berpikir, bertindak, bertutur sesuai dengan ajaran dan kehendak Yesus Tuhan kita.
  2. Sebelum kita pergi memberitakan Injil, menjadi pekerja dan pelayan Tuhan maka kita harus belajar, dilatih agar bisa mengerti kehendak Allah, mengerti akan Firman Tuhan, mengerti akan Keteladanan Yesus. Seorang prajurid yang tangguh  harus terus berlatih dan berlatih, belajar dan belajar.
  3. Yesus menitik beratkan perananNYA sebagai seorang guru, yang memberi pengajaran, didikan, dan keteladanan. Yesus mengetahui bahwa semua umat manusia memerlukan waktu untuk belajar, ada tahapan atau prosesnya,  kita harus mengerti terlebih dahulu baru bisa menerapkannya dalam kehidupan kita, Yesus tidak menggunakan kekuasaanNYA untuk merubah hati orang, untuk mengendalikan pikiran orang, Yesus membiarkan manusia apa adanya, DIA merubahnya dengan Ajaran dan Keteladanan.  Oleh sebab itu Yesuspun mengingini kita bisa menjadi guru yang berbicara untuk mendidik, mengarahkan dan meneladani, tidak ada guru manapun yang bekerja menggunakan doa, mereka harus berhadapan dengan murid, berbicara, mendidik, mengajar. Bukan malah meminta Tuhan yang mengajar dan merubahnya.
  4. Karena kita sebagai orang yang ditebus, maka kita jadi milik Sang Penebus  yang  menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat  maka kita sebagai seorang Pekerja / Pelayan ataupun Utusan  hanya patuh pada kehendak Tuannya yaitu Yesus Tuhan kita. Visi dan misi kita harus sesuai dengan yang digariskan oleh Tuhan Yesus. Kita bertugas atas nama yang memberi Perintah yaitu Yesus Tuhan kita.
  5. “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKU”. Disini kita harus berjalan, bergerak untuk melakukan sesuatu, Tuhan tidak menyuruh kita “Berdoalah, jadikanlah semua bangsa muridKU”, arti pergi  atau diutus adalah kita harus meninggalkan komunitas kita untuk aktif berbicara, bersaksi, memberi keteladanan, pemikiran kepada orang lain yang belum mengenal Yesus agar menjadi murid Yesus. Artinya disini ada proses pengenalan, pemuridan, proses pembelajaran dan pengajaran. Oleh sebab itu Yesus “pergi” meninggalkan surga karena diutus “Bapa”nya kebumi untuk meluruskan hal yang salah, untuk  mengajarkan kebenaran, memberi keteladanan dan tindak nyata  menyelamatkan.
  6. Gereja harus bisa seperti Lembaga Pendidikan / Pengajaran yang membekali jemaatnya agar mengerti akan Firman / Kehendak Tuhan dengan benar, Gereja memperlakukan dirinya seperti sebuah perguruan tinggi yang mendidik, membekali jemaatnya agar dapat jadi pekerja, utusan, pelayan Tuhan dimanapun dan kapanpun mereka berada.
  7. Gereja harus memperkuat jemaatnya agar keluarga jemaatnya juga kuat sehingga pintu masuk iblis di hambat. Keluarga yang baik akan menghasilkan komunitas gereja yang baik pula, jika sebuah keluarga dilanda persoalan keuangan, kesehatan dan persoalan rumah tangga maka akan berdampak pada aktivitas beribadah dan bersekutu baik karena kekecewaan maupun merasa malu dan merasa tidak layak.
  8. Gereja juga membekali (pelatihan, seminar, ketrampilan) jemaatnya agar mereka bisa bekerja yang menghasilkan uang sehingga mereka tidak jatuh kedalam perbuatan dosa/ kriminal atau jadi beban jemaat lainnya. Persoalan perut bisa membutakan akan mata hati kita.
  9. Gereja harus tegas mendidik jemaat agar tidak melakukan tindak : Penyuapan, Penyogokan, Korupsi, Perselingkuhan karena dimasyarakat hal hal itu sudah menjadi budaya atau sesuatu yang wajar, jangan sampai gereja malah mengajarkan atau memberi contoh jika ada hambatan maka Uang sogok yang bicara, jika suami atau istri sakit maka wajar suami / istri selingkuh. Jika kontrol/pengawasan  lemah atau tidak ada sanksi maka kita melakukan korupsi !!. ajarkan bahwa yang bukan hak kita jangan dimiliki, walau uang itu ada diatas meja, walau tidak ada yang melihat, walau wanita/laki laki itu sangat mengundang…
  10. Sering gereja berbangga menyatakan misi gereja / jemaat yang misioner, apa benar misi itu sesuai dengan kehendak Yesus Sang Kepala Gereja ? Misi gereja harus sesuai dengan misi Yesus, apakah betul gereja telah mempersiapkan atau membekali jemaatnya agar menjadi seorang misioner ? apakah ada bukti bahwa kita punya hasil dalam mengemban misi itu, yaitu berapa orang yang tidak mengenal Yesus mau menerima Yesus sebagai Juruslamatnya ? berapa orang yang sudah mengenal Yesus tapi murtad yang dapat dibawa kembali kedalam Jalan yang Benar ? berapa banyak jemaat yang menghindar atau lari dari gereja baik bergereja kelain gereja hingga berpindah iman ? jadi Gereja Misioner, Jemaat Misioner terbukti hanya manis dimulut tapi jauh dari prakteknya, jauh panggang dari api, jauh atau melenceng dari isi perintah Sabda Agung itu. Kita sering berkutat didalam aktivitas / kegiatan gereja, kita mengira itu adalah hal yang rohani padahal secara tidak langsung kita telah diselewengkan, disesatkan secara pelan pelan, secara menghanyutkan, itulah cara kerja iblis yang bergerilya ditengah tengah orang yang matanya buta, telinganya tuli, pikirannya tertutup. (LUKAS 10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”)
  1. Seorang yang menerima Yesus hidupnya selalu bertumbuh, dia sangat bertanggung jawab akan kecerdasan yang diberikan Tuhan, dia tidak mudah diselewengkan, nalarnya dan imannya saling mendukung, inilah yang diekspos oleh Prof Dr. Ir. BJ. Habibie dengan menyatakan tidak cukup hanya  IMTAK saja tapi harus ditambah dengan  IMTEK, Iman dan Tagwa, Iman dan Tehnologie. Cerdas disini bukan dalam arti harus sarjana, harus professor, tapi nalar logikanya akan berjalan dengan baik.

Gereja sering “mendewakan” orang orang kaya termasuk orang yang berindikasi sebagai koruptor dan mereka dianggap sebagai orang yang cerdas, yang pintar padahal kecerdasan, kepintaran tidak selalu selaras dengan kekayaan mereka, orang bodohpun bisa kaya, orang berpendidikan tinggi bisa miskin, wanita jelek dan cacat bisa bersuamikan laki laki ganteng, wanita cantik bisa tidak dapat jodoh, orang kaya bisa tidak berbahagia, orang miskin ada yang berbahagia. Jika gereja bersikap seperti ini maka sangat mungkin Visi dan Misi Yesus telah diganti dengan Visi dan Misi pribadi pribadi ini….

Gereja yang baik harus melihat jauh kedepan, bagaimana mempersiapkan anak anak PA, PT, GP agar menjadi laskar laskar Kristus yang tangguh untuk berperang melawan kuasa gelap dan pengaruh dunia. Sangat banyak gereja yang tidak mempersiapkan  guru guru PA dengan semestinya, mereka beranggapan bahwa walaupun gurunya tidak benar pastilah anak anak PA tidak memprotesnya, tidak mengetahuinya, maksudnya walau dibohongipun anak anak PA akan menganggap itu benar !!! inilah bentuk penyesatan yang dibuat iblis dilingkungan gereja. Anak anak itu harus digarap secara serius, karena apa yang didengar, diterima, pastilah akan menjadi dasar kehidupan mereka, kesalahan itu akan diterima sebagai suatu kebenaran, jadi seharusnya para pengajar PA, PT  harus benar benar orang yang mampu, handal agar kita punya kader yang berkualitas,  jangan sampai kita terheran heran saat ada Majelis  yang mengatakan : “ Saya mau jadi majelis agar bila saya meninggal kelak maka jasad saya bisa disemayamkan di ruang gereja ! “ apa ada jaminan orang yang dibawa ke gedung gereja masuk ke surga ? apa gedung gereja itu pasti suci ? jika suci kenapa pengurus pengurus gereja saling telikung, saling menebarkan dusta dan aroma permusuhan ? bukan suara lemah lembut yang menjadi dominan tapi suara bentak membentak, ancam mengancam, siapa kamu siapa aku !! hendaknya  kita menghargai manusia pada saat dia hidup, bukan saat dia meninggal, kita bisa memberi manfaat saat kita hidup bukan saat kita meninggal. Ada pula majelis yang berkata : “ Orang sakit / kena musibah itu karena dosanya !! dosa pada pendeta !!” manusia berdosa karena ADAM dan HAWA telah berbuat dosa, anak balita seorang pendeta baikpun bisa mengambil, menyembunyikan, mencuri  mainan  milik temannya, padahal tidak ada yang mengajarinya !! tapi Kutuk Dosa, Kutuk Mata dibalas Mata, Darah dibalas Darah telah dipatahkan oleh Yesus yang maha kasih di kayu salib. Sekarang zamannya Allah yang kasih, bukan Allah yang pendendam, Allah yang pemarah, Allah yang pembalas Ketahuilah  Yesus selalu memanggil, mengingatkan, mengasihi kita, dia maha panjang sabar, dosa kita diputihkannya seperti salju, kita bukan tunduk pada hukum agama atau hukum taurat tapi hukum kasih, hukum agama menitik beratkan pada nilai   salah dan benar, upahnya sorga atau neraka, tapi hukum  KasihYesus yang salah   dimaafkan atau  dilupakan dan kita diajari, dibimbing oleh Roh Allah untuk dapat hidup yang benar. Jangan mengatakan Allah itu kasih tapi disisi lain dikatakan pula sebagai  Allah yang pemberang, pembasmi, pemukul, pendendam itu adalah ciri ciri pendosa, cirri kuasa jahat bukan ciri Allah yang kudus, Kasih, Penyayang, Penyelamat. Apalagi diekspos bahwa Tuhan akan melakukan pembalasan sebanyak 77 X dari dosa yang kita lakukan, jika kita mencubit maka orang itu sudah kesakitan, bayangkan jika sakit cubitan itu dibalas 77 X oleh Allah maka dari dahulu kita ini sudah berumur pendek, manusia musnah karena dahsyatnya hukuman 77 X itu. Petinju handal saja kekuatannya mungkin hanya 5 kali dari kekuatan tinju kita yang tidak terlatih, dan itupun sudah bisa meretakkan rahang atau mematikan kita, jadi jangan ditanya lagi jika tinju yang 77 X itu. Hancur lebur kita. manusia musnah karena kita tidak sempat kawin dan punya keturunan. Itulah gunanya pengetahuan, nalar dan hikmat, tidak semua ayat di Alkitab itu berlaku dimasa kini, lihat zamannya, konteksnya, maksudnya. Jangan hanya karena ingin menakut nakuti jemaat agar tidak mengkritisi gereja, mengkritisi pendeta maka dibuat tulisan  seperti itu, itu adalah bentuk penyesatan !!. kita hidup dijaman kasih, kita diajari agar menyelesaikan pertikaian sebelum matahari terbit, ditampar pipi kiri kasih pipi kanan, beri beribu ribu kali maaf…. Allah tidak akan berkurang setitikpun kehormatanNYA, kekudusanNYA, martabatNYA oleh ulah manusia, sangat lucu jika ada dari kita yang berteriak saya memukul orang karena membela Tuhan yang dilecehkan !! Tuhan kita maha perkasa, BELIAU lah yang membela kita bukan kita….Tuhan berkata Berhati hatilah karena akan banyak nabi nabi palsu, yang bersaksi tentang Aku, tapi untuk melihat kebenarannya bukan dari perkataannya tapi dari perbuatannya, dari buah buah roh, kita diperintahkan untuk jadi “nabi-nabi” yang menyuarakan kebenaran, menegur yang salah, meluruskan yang bengkok, membawa yang tersesat, mempertobatkan orang, menasehati, bukannya melemparkan tanggung jawab itu kepada Tuhan dalam doa, kita memerintahkan Tuhan untuk bekerja ? (siapa yang disuruh / diutus dan siapa yang menyuruh/mengutus ?), inipun juga termasuk bentuk penyesatan, kenapa kita berlaku seperti ini ? siapa kita dihadapan Allah ? hal itu kita lakukan  karena :

  1. Kita tidak punya kemampuan (memahami Alkitab suara kebenaran Allah, tidak cerdas, tidak cakap).
  2. Tidak punya keyakinan dan tanggung jawab, keyakinan akan panggilanNYA, keyakinan akan penyertaan kuasa Roh Kudus.
  3. Cari selamat. Karena jelas jika kita menegur orang, menasehati orang maka bisa berakibat orang itu tersinggung, marah, kita tidak berani menghadapi situasi penolakan, dimusuhi, dikucilkan.

Sehingga ayat Alkitab kita pelintir pelintir dengan mengatakan kita cukup berdoa saja, biar Tuhan yang mengurusinya biar Tuhan yang bekerja, itu tanggung jawab Tuhan, itu tanggung jawab yang bersangkutan pada Tuhan. Kalimat itu kelihatan sangat rohani tapi inilah bentuk penyesatan !!

Seorang pendekar, ahli ilmu bela diri harus :

  1. Menguasai Ilmu bela diri.
  2. Selalu berlatih dalam segala kondisi sehingga reaksi refleknya menyerang, menangkis menjadi mendarah daging.
  3. Punya stamina yang kuat.
  4. Cerdas.
  5. Mental yang berani.

Jika kita tidak punya ilmu bela diri dan hanya bermodalkan keberanian belaka maka kita akan mati konyol, mempermalukan diri sendiri.

Jika kita menguasai ilmu bela diri tapi tidak punya keberanian maka kita jadi penakut sehingga saat bertengkar/berkelahi kita tidak berani melawan.

Jika kita tidak punya kecerdasan, tidak punya stamina maka kita dapat dilumpuhkan lawan dengan cepat.

Jika kita tidak selalu berlatih berkelahi, maka saat kita berkelahi maka kita akan canggung, gerak yang lamban, kaku ahirnya jadi bulan bulanan lawan.

Demikian pula dalam melaksanakan tugas kenabian kita, kita harus menguasai Alkitab, maksud, sejarah, situasi saat itu dan diterapkan saat ini, kita berlatih menghapal ayat ayat sebagai dasar pemberitaan, dasar argumen kita, mempelajari cara berkomunikasi yang baik, salesmanship, budaya, watak / tabiat, pemberitaan injil dan penggembalaan tidak bisa dilakukan 1-2 kali pertemuan atau pembicaraan, tapi butuh berkali kali sehingga kita mempersiapkan stamina kita, baik waktu, tenaga, biaya. Cerdas membaca dan menganalisa situasi, dan berani memikul salib, siap ditolak, dicemoh, dilecehkan, dimusuhi, tapi tetap berpegang pada misi kita yaitu melayani dengan kasih agar goal pertobatan tercapai. Ingat Yesus ada bersama murid-muridNYA untuk mengajar, melatih dan memberi teladan berapa lama ?

Dengan melihat kas jemaat/gereja yang besar maka kas itu harus digunakan untuk kebesaran, kemuliaan kerajaan Allah bukan kerajaan gereja apalagi ambisi pribadi kita, banyak gereja yang melakukan kegiatan yang kelihatan rohani tapi melenceng dari kehendak Allah, oleh sebab itu kita menggunakannya dengan sebaik mungkin misalnya seperti membiayai proses belajar mengajar kita, kita panggil pembicara pembicara handal, kita adakan pelatihan pelatihan, anak anak sekolah minggu, PT di setiap sektor dicarikan tempat yang memadai, jikalau perlu dikontrakkan sebuah rumah dan dilengkapi dengan alat alat peraga, perpustakaan,  rumah ini bisa jadi markas para PT, GP berkumpul untuk belajar bersama/les atau menyalurkan hoby musik dll. atau juga bisa digunakan untuk melakukan kebaktian keluarga / bidston reboan. Dimana banyak jemaat yang menolak kebaktian diadakan dirumahnya karena rumahnya sempit, tidak layak, tidak mampu menjamu makanan, jalan depan rumahnya sempit, tetangga yang tidak bersahabat karena berbagai sebab dll.

Kita sering direcoki, ditakut takuti akan kas gereja yang minus, defisit hingga  setengah Milyard, ini juga sebagai bentuk penyesatan, karena anggaran gereja adalah berimbang, berapa dana yang ada itu yang digunakan, jika mengadakan kegiatan retreat, Natal maka dapat dimintakan partisipasi seluruh Jemaat atau peserta saja, dan terbukti selama ini tidak ada masalah bahkan hasil yang didapat malah surplus. Kita harus memetakan akan berapa dana bulanan untuk Gaji pendeta, pegawai, dan honor pelayanan lainnya, listrik, air, telpon, bensin, biaya cetak yang dapat kita sebut sebagai BIAYA TETAP (FIXED COST) dan  kegiatan dan biaya lain (VARIABLE COST)  ikut menyesuaikan. Kita melihat sampai ahir anggaran yang baru lalu kita tidak kehabisan dana bahkan tetap ada saldo yang besar. Jika itu defisit maka diakhir anggaran akan tertulis saldo minus alias terhutang.

Soal Dana Pensiun Pendeta yang dikatakan terhutang 20 Milyard lebih, ini juga penyesatan atau pembodohan. Jika dilogikakan mana ada pribadi atau lembaga yang mau memberi pinjaman hingga tertunggak selama bertahun tahun hingga mencapai  20 Milyard lebih tanpa anggunan?. Jika pada saat awal  Lembaga Pensiun tidak diberi dana oleh Majelis Sinode maka tidak mungkin Lembaga Dana Pensiun mau memberikan uang pensiun kepada pensiunan pendeta dari dana mereka sendiri !. Diperkarakan bagaimanapun Lembaga Dana Pensiun pastilah menang atau tidak bersalah karena ingkar janji memberikan uang pensiun pada pensiunan pendeta karena Majelis Sinode sendiri yang tidak menyetorkan modal dan iuran dana pensiun. Lembaga Dana Pensiun pastilah ingin untung bukan buntung, dimana mereka juga punya kewajiban membayar kontrak kantor, listrik, gaji karyawan mereka, jika mereka merugi terus apa mau mereka menanggung kerugian sebanyak 20 Milyard lebih tanpa adanya anggunan atau jaminan hingga belasan tahun ??? jika kita mempunyai hutang kredit disebuah bank maka kita harus menyerahkan anggunan baik itu surat tanah maupun BPKB, jika 2-3 kali tertunggak maka bank akan memberikan peringatan hingga menyita kendaraan atau rumah kita. maka sangat aneh ada lembaga keuangan / dana pensiun yang mau merugi terus hingga mencapai 20 Milyar lebih. Jika itu lembaga pemerintah maka para pejabatnya sudah dipecat dan dikerangkeng karena membiarkan hutang yang tidak dapat dilunasi itu (piutang/kredit macet). Lihatlah kasus BLBI yang membuat banyak pejabatnya dikerangkeng karena memberikan kredit yang jauh lebih besar dari agunan dan ahirnya menjadi kredit macet. Belum lagi pengumpulan dana pensiun yang memerlukan waktu selama 1 tahun dan disemua gereja tidak serentak, maka uang yang terkumpul akan tidak mampu untuk menutupi bunga dan denda.  Jika rumus bunga per tahun adalah MODAL  X  PERSEN (misal 15 %)  = 20.000.000.000  X 15 %  =   3 Milyard per tahun. Jika sebuah gereja dalam setahun rata rata mampu mengumpulkan dana Rp. 50 juta maka apakah kita sanggup untuk menutupi bunga, denda dan pokok hutangnya artinya cara itu tidak menyelesaikan masalah, hutang 20 Milyard kemungkinan akan tetap pada posisinya bahkan ditahun akan datang semakin membengkak karena rasanya tidak mungkin jemaat disuruh membayar di tahun tahun berikutnya dan harus membiayai dana pensiun itu. Seorang pendeta menghimbau jemaatnya untuk mensukseskan pengumpulan dana itu dengan diembel embeli agar pensiunan pendeta bisa tersenyum, bagaimana tanggung jawab para pendeta sendiri ? apakah mereka mau berkorban menyumbangkan gaji dan pendapatannya sebanyak 50 persen ? apakah mereka mau mengadakan penghematan pengeluaran gereja dalam hal Bensin, Pembantu, dana Pelayan Firman pendeta luar ? kenapa malah dibebankan kepada jemaat ? kenapa mereka melakukan sidang di hotel hotel berbintang ? kenapa mereka tidak memberi keteladanan dengan memakai Griya Asri / Bina di Lawang yang dibangun untuk melakukan kegiatan itu ?  atau penginapan murah lainnya seperti tempat tempat retreat yang bertarip 75 -90 ribu per orang termasuk makan 2 X ? coba kita klik di internet, google “Dana Pensiun GPIB” sejak sebelum tahun 2000 sudah  ada yang menyatakan bahwa ini terjadi karena kesalahan manajemen ditingkat  Majelis Sinode bahkan dituduhkannya ada oknum yang telah melakukan penyalah gunaan keuangan !!, kalau mereka ugal ugalan kenapa dibebankan ke jemaat ? seakan akan jemaat ini wajib menutupi akan kesalahan yang mereka perbuat !! Negara saja yang memungut pajak dari rakyatnya wajib mengembalikan / memanfaatkan uang pajak itu untuk membuat rakyat senang dan nyaman (keamanan, jalan/jembatan). Kemana saja uang penjualan Rumah Sakit Mardi Santosa di Jl. Bubutan Surabaya ? jika gereja lain semakin menambah asetnya, semakin meningkatkan pelayanan sosialnya kenapa kita malah mundur dan jual jual aset ?

Banyak pendeta yang hidupnya diatas rata rata kehidupan jemaatnya, lihat saja mereka merasa wajar memiliki  HP canggih yang super mahal, Laptop dan komputer canggih bermerk, apa semua jemaat memilikinya ? rata rata mobil dinasnya keluaran terbaru, kamar ber AC, pembantu, apa semua jemaat juga menikmati hal itu ? disaat jemaat bekerja dengan keras untuk menyekolahkan anaknya, untuk membiayai keluarganya yang sakit, untuk mendukung anak atau orang tuanya yang menganggur atau sudah tidak bekerja tanpa uang pensiun dan pesangon seperti yang diterima oleh pendeta, pendeta hanya bisa memberi doa belaka !! mereka bisa berlibur/ cuti dengan mendapatkan uang cuti selain gaji yang utuh, sedangkan jemaat ada yang jadi kuli atau pegawai yang dibayar secara harian, jika tidak masuk maka tidak dapat duit !!  ada jemaat yang bergaji 2-3 juta belum dipotong biaya transportasi/bensin, Listrik, Telpon, PDAM,  tapi pendeta Gaji dan penghasilan lainnya rata rata 4-5 juta dimana biaya Listrik, PDAM, Telpon, Pembantu ditanggung oleh gereja !!, jika masa tugasnya berahir dan pindah kegereja lain maka dana tali asihpun didapatkan, sedang jemaat yang terkena PHK hanya merana,  itukah gambaran Pelayan Tuhan ? siapa yang melayani dan siapa yang dilayani ?? hal seperti inilah yang sangat memprihatinkan bagi jemaat yang mengerti….Jemaat akan tutup mata jika Pendeta itu berkualitas, punya sikap baik, mau berhemat, tidak berlagak pejabat atau pembesar, betul betul meningkatkan kualitas jemaatnya, betul betul membimbing jemaatnya… tetaplah jadi pelayan, jangan mempolitisir diri sebagai pelayan tapi minta dilayani, dan berlagak seperti raja ! karena Raja Surga saja telah mengajarkan dan memberi teladan bagaimana menjadi Pelayan yang sesungguhnya…..bukan hanya merendahkan diriNYA untuk melayani, tapi menderita hingga mati dikayu salib…….

Untuk kita renungkan….

Surabaya 13 Mei 2009.

Labih Basar

Jl. Griya Kebraon Barat VIII- BH 4

Surabaya