Beberapa pihak mempertanyakan akan manfaat Facebook (FB) bahkan diantaranya sudah mulai “gerah” dan menuding FB banyak merugikan (merusak) daripada memberi manfaat (membangun), misalnya menjadi sarana bergosip, menyebarkan kabar bohong, selingkuh, bursa sex dll. Memang penilaian itu menjadi pro dan kontra ditengah masyarakat khususnya di pecinta FB, ada yang setuju ada pula yang tidak setuju.

Situs Facebook menjadi booming dibumi ini dan menjadi alat komunikasi yang hidup sehingga banyak kalangan menyukainya dan memanfaatkannya untuk berbagai kepentingan seperti; Persahabatan (mengenai ada yang berlanjut pada jatuh cinta/berpacaran maka apa salahnya jika mereka tidak menghianati pasangan sahnya?) dan Kekeluargaan, Pelajaran, Hobby, Bisnis, Opini, Agama, Politik, Kesehatan, Pengobatan, Organisasi, Wisata, Kuliner, dan yang sangat ringan ataupun hanya melemparkan 1 kata/kalimat “sulit makna” seperti : “Bingung”, “Sebel”, “Pusing”, “Lapar”, “Nunggu Pesawat”, “Sedang Rapat”, “ Makan dimana/apa?” karena apa yang perlu ditanggapi apalagi dibantu? bayangkan jika rekan rekannya membuka Facebooknya 1 jam hingga 1 minggu kemudian !!!.

Karena melihat orang “mabuk” ber-facebook ria (ada lho yang aneh karena berbangga jika masuk kantor maka yang dibuka dulu adalah FB!), maka membuat Dhimam Abror Djuraid yang dikenal sebagai Wartawan senior dan sekarang menjabat sebagai Pemimpin Redaksi harian Surabaya Post membuat tulisan yang mengingatkan agar jamaah facebook harus lebih memperhatikan, lebih peduli dan lebih membantu teman dan tetangga yang nyata berada di sekitar kita, hingga beliau berkata bagaimana bisa kita beramah tamah dengan teman di FB padahal dengan teman/orang yang duduk di kursi sebelah kita saja kita tidak peduli, sebuah tulisan yang membuat saya mengangkat kedua jempol.

Sama seperti sarana/media komunikasi lainnya maka FB pun juga dimanfaatkan orang untuk hal-hal “negative” seperti : Pelacuran (laki/wanita), Selingkuh, Penipuan dll. TAPI APAKAH BIJAK jika kita menyalahkan Facebook nya? Bukankah HP/Telpon rumahpun bisa untuk pelacuran, selingkuh, penipuan?, bukankah Koran bisa dimuat iklan Pelacuran, Pijat halus, Penipuan?, bukankah Uang juga bisa digunakan untuk membayar transaksi Pelacuran, Pembiayaan Perselingkuhan, membiayai Pembunuh Bayaran?, bukankah kamar hotel juga ada yang digunakan untuk melakukan hubungan sex terlarang hingga tempat melakukan penipuan, transaksi Narkoba, korupsi/KUHP (Kasih Uang Habis Perkara) dan pembunuhan/merancang pembunuhan? bukankah Taxi, Kereta Api, Pesawat juga bisa dipakai untuk memuluskan hal hal diatas? bukankah mobil pribadi juga bisa digunakan untuk melakukan sex singkat dengan pacar, teman, selingkuhan ataupun pelacur? pisau dapur pun bisa untuk menusuk ataupun membunuh…

Belum lagi jika kita membuka Yahoo ataupun Google apakah kita perlu menyalahkan sarana/media seperti itu? ahirnya kita harus menyadari bahwa kesemuanya tergantung pada pribadi masing-masing. Seorang yang selalu datang ke komplex pelacuran jangan dianggap negatip, bisa saja dia datang memberi kursus / pelatihan pada pelacur agar mereka punya bekal ketrampilan untuk membiayai hidup jika mereka memerdekakan diri dari melacur, karena tidaklah bijak jika kita hanya menyalahkan pelacur dan menyuruh mereka bertobat tapi tidak memberikan solusi…

Disinilah kita membekali keluarga, teman, umat, masyarakat agar mematuhi aturan / hukum Agama, Negara, Norma, budaya agar hidup ini indah dan nyaman adanya. Kita bukan melarang dan melarang saja tanpa memberikan pencerahan, pengajaran, dan keteladanan serta solusi. Saya sangat salut dengan teman FB saya yang bernama Imam Budi Utomo yang secara rutin melakukan pencerahan pada teman teman grup kami dengan memakai media FB, saya yang umat kristiani pun senang membacanya. Jika semuanya baik dan benar adanya maka walaupun ada uang tergeletak, ada wanita cantik telanjang, ada pemuda ganteng dan gagah menggoda maka kita tidak akan tergiur untuk mengambilnya karena itu bukan hak kita, bukan punya kita, jadi bukan perkara kita diawasi ataupun tidak…, bukan ada kesempatan atau peluang…, bukan karena istri atau suami kita tidak bisa menjalankan fungsinya…

Akhir kata semoga kita bisa menunjukkan bahwa kita pengguna FB ini bukan seperti yang mereka kira…. Semoga…